Kunjungan Dadakan

Monday, January 9, 2012

POSISI DALAM PERMAINAN FLAG FOOTBALL

POSISI OFFENSE
Quarter Back (QB)
Posisi penting,dimana dialah yang mengatur strategi dan play,dan biasanya dia yang mendapat snap dari OL.Dia bisa memberi bolanya kepada RB,atau melakukan Passing ke arah Receiver,atau bisa juga dia berlari sendirian alias Scrambble

Running Backs (RB)
Biasanya berada dibelakang atau di samping QB untuk melakukan Running Play,atau bisa juga menjadi eligible Receiver,tergantung strateginya

Wide Receivers (WR)
Sang penerima bola yang dilempar oleh QB. WR,biasanya memiliki Pass Routes untuk dia ikuti dan sebagai rute dia untuk menerima bola,seperti Slant In/Out,Deep,Quick In/Out,dan Button Hook

 Tight Ends (TE)
TE adalah pisau serbaguna dari tim. Dia bisa menjadi blocker,atau eligible receiver,tergantung strateginya. Biasanya terletak disamping Line.

Offensive Lines (OL)
Baris pertahanan,yang melindungi QB,dan yang melakukan Snap disebut Center. OL harus memiliki kekuatan,karena dia harus menahan gempuran Defensive Lines,sekaligus melindungi QB

  POSISI DEFENSE
 Line Backers (LB)
Posisi sentral Defense. biasanya dialah orang yang mengatur pertahanan,seperti Zone,Man-to-Man,dll. Dan biasanya yang menghentikan Running Play. Bisa juga dia menjaga WR

Corner Backs (CB)
Posisi Defense yang memiliki tugas utama menjaga Receivers. CB diperbolehkan melakukan Bump,selama masih 5 yards setelah LOS,dengan tujuan memperlambat Receivers

 Safeties (SF)
QB,dengan cara memperhatikan gerakannya. Bisa juga melindungi bagian belakang pertahanan,dari Long Pass,atau sebagai pemain terakhir apabila Defensive Players yang lain telah Barisan pertahanan paling belakang,biasanya tugasnya mengawasi play yang aan dilakukan dilewati oleh Running Play.

 Defensive Lines (DL)
Tugas utamanya sebenarnya adalah men-sack QB sebelum dia melempar bola. Atau bisa juga dia melakukan Contain untuk mencegah Runner melakukan Running Play. DL memiliki beberapa gerakan khusus untuk melewati OL,seperti Rip,Swim,dan Spin.

BAYANGMU DI TUGU BUNDAR

  Sore itu pukul 15.45-17.00 gw berada di Tugu Bundar melepas kerinduan yang ada dalam hati, kepada seoran nona manis itu. ya rasa jenuh di kamar berjam-jam di kamar kos setelah bangun tidur di tambah rasa rindu yang membara. gw memutuskan keluar kost & beranjak menuju Tugu Bundar langit sangat gelap tak ada setitikpun sinar matahari yang mengiringi kepergian gw menuju Tugu, tak ada rasa cemas akan guyuran hujan sayapun terus melaju dengan scooter kesayangan gw.
  
 Di dalap perjalanan saya bertannya dalam hati (kenapa saya harus ke tugu itu???) jawabnya adalah, utuk berjumpa dengan bayang nona itu. Bayang dia sangat melekati di situ. Tapi? Kenapa gw gak ngajak dia  tuk berjumpa? Hemmm… karna kesibukan dia ya itu yang membuat kita tak bisa berjumpa & gw  enggan tuk menggangu aktifitasnya.

 Gw pun memutuskan untuk ke tugu, oh man!!! Sesampainy gw di tugu betapa leganya hati ini gw. menikmati suasana & bayang dia di tugu ini. Tersenyum dalam hati & berkata Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang indah yang telah Tuhan berikan kepada saya.
  
 Memandang ke kanan & ke kiri gw terkejut, ternyata banyak sepasang kekasih yang sedang melepas rindu di tempat ini. aaahh!!! Sambil mengkepalkan tangan gw cuma bisatertunduk lemas, tak lama kemudian gw memandangi satu kursi yang dulu pernah gw dudukin bersama dia sembari tersenyun serasa ada yg melambai dari kursi itu & seperti mengajak gw tuk menempati tempat itu.
  
 Tapi gw sadar itu Cuma halusinasi gw doing ya Cuma ada baying dia di tempat itu. Betapa nyata dia! Tapi gw gak bias menyentuh dia karna itu  hanya sebuah baying yang semu. Tapi terasa begitunyata. Hahaha….

Sunday, January 8, 2012

Pedana Latihan Flag Football

 Flag Football!!! Sudah lama saya mengkagumi olahraga ini & rasa ingin mencobanya selalu ada tapi belum ada wadah yang bisa menampung semua rasa itu, seiring berjalannya waktu. saya menemukan akun komunitas Flag Football di twitter, ya dan akhirnya saya memutuskan untuuk mencari info tentang komunitas itu & tang mau kelamaan mikir sayapun memutuskan ikut bergabung di komunitas Flag Footbal Malang.
 pertama kali ikut latihan ada sesuatu yang menyenangkan dari keramahan kawan-kawan FFOOTBALMALANG setelah di lapangan tak mau hanya berdiam diri saya langsung ganti pakaian, melakukan pemanasan lanjut ke materi pelatihan dasar, semua posisi dalam pertandingan suda saya coba akhirnya saya memilih menjadi.
 Wide Receivers (WR)
(Sang penerima bola yang dilempar oleh QB. WR,biasanya memiliki Pass Routes untuk dia ikuti dan sebagai rute dia untuk menerima bola,seperti Slant In/Out,Deep,Quick In/Out,dan Button Hook) 
 hahaha... awal menjadi WR saya mendapatkan hadiah serudukan dari lawan saya, saya lupa siapa nama dia yang telah membuat memar di tulang badian dada saya. tak mau ambil pusing saya lanjut menikmati permainan itu. oh man!!! haruskah saya  berkata CINTA pada olahraga itu??? hahaha....

Saturday, November 26, 2011

Tidak Mudah...!!!

Dunia Politik yang semakin tidak jelas tujuannya membuat saya terdorong untuk mempelajari ilmu politik. tidak mudah untuk mendalaminya apalagi melakukannya, panas-dingin, naik-turun saya mencoba untuk mendalaminya sampai terkadang rasa jenuh & muak itupun muncul. tapi saya tidak mau berhenti di awal. belum ada sesuatu yang berarti yang saya lakukan. ini bukan sebuah undian yang ada istilah untung-untungan, tapi ini PERJUANGAN...!!! jiwa muda membara darah revolusi mengalir. terdengar suara penderitaan karna ulah mereka, bukan saya sok mau jadi super hero. atas dasar KASIH saya akan berjuang tuk mempelajarinya & mencoba membuat sebuah perubahan kecil.
 

KALA KESETIAAN TAK LAGI DIHARGAI

Terkadang hidup dinegeri yang katanya penuh keramahan&persaudaraan kian hari kian kehilangan makna,Pejuang tak laku disini,ketulusan tak pun dapat Aplaus yg pantas,Sementara orang pintar nafsu kekuasaan malah dirangkul jadi teman.
Yang setia menjaga,jangan mimpi dapat harga tapi kalau pintar tak perduli jiwanya ingat akan sesama maka kesempatan lebar terbuka.Para pahlawan,Pejuang adalah manusia juga,tanggung jawab mereka bukan hanya pada bangsanya tapi kan..”juga pada kelangsungan Agama serta keluarganya.
Dulu mereka gak pakai Ijazah untuk turut mengabdi,tak jua berfikir akan dapat tanah seluas pertikan,mereka tulus namun bila mereka tersungkur jatuh dan mengaduh..”adalah manusiawi namanya tapi Anehnya..akan ada suara sumbang “Pejuang itu harusnya kan Ikhlas tanpa imbalan”disinilah..saya rasa dangkalnya Nurani penilaian itu.Apakah krn Mereka ikhlas lantas mereka tak pantas memelas?tak berhak mengaduh?kala mereka jatuh?
Mungkin Kisah Pemikul Tandu Jenderal Sudirman Yang Terlupakan itu bisa kita jadi renungan bahwa mereka bukan nabi atau Superman yang tak boleh cengeng.
Mereka Hidup Miskin Para pemikul tandu Jenderal Soedirman Anda mungkin tak akan lupa foto yang ada di buku sejarah. Kalau melihat gambar hitam putih ada orang ditandu, kita langsung berpikir. Jederal Sudirman. Kini tandu tersebut diabadikan di museum Museum Satria Mandala tandu itu kini di museum Museum Satria Mandala Lalu bagaimana dengan nasib para pemikul tandunya? Berikut tulisan tentang nasib mereka yang saya ambil dari malangraya.web.id Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memang takkan pernah dilupakan rakyat. Akan tetapi, tak banyak sosok pejuang yang bisa diingat rakyat. Djuwari (82 tahun), barangkali satu dari sekian banyak pejuang yang terlupakan. Kakek yang pernah memanggul tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman itu, kini masih berkubang dalam kemiskinan. Tepat pada peringatan proklamasi 17 Agustus, Malang Post berusaha menelusuri jejak pemanggul tandu sang Panglima Besar. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km. Dari Malang, dusun Goliman bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Kabupaten Kediri lebih dekat di tempuh lewat Kota Batu, melewati Kota Pare Kediri hingga menyusur Tugu Simpang Gumul ikon Kabupaten Kediri. Terus melaju ke jurusan barat, jalur ke Dusun Goliman tak terlalu sulit ditemukan. Sejam melewati jalur mendaki di pegunungan Wilis, Malang Post pun tiba di pedusunan yang tengah diterpa kemarau. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung bukit-bukit tinggi dan tebing andesit. “Inggih leres, kulo Djuwari, ingkang nate manggul Jenderal Soedirman, sampeyan saking pundi?” kata seorang kakek yang tengah duduk sambil memegang tongkat di sudut rumah warga Dusun Goliman. Djuwari Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan. Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan. Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai. “Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya. Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun. Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras. “Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya. Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa. “Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya. Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya. “Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya. Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan tidak ada bedanya. 



sumber:

Posted from WordPress for Android

Friday, October 21, 2011

Arti Definisi/Pengertian Status Sosial & Kelas Sosial - Stratifikasi/Diferensiasi Dalam Masyarakat

Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. Di rt atau rw kita ada orang kaya, orang biasa saja dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain.
Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
Arti Definisi / Pengertian Status Sosial :
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Arti Definisi / Pengertian Kelas Sosial :
Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.
Arti Definisi / Pengertian Stratifikasi Sosial :
Stratifikasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara vertikal atau atas bawah. Contohnya seperti struktur organisasi perusahaan di mana direktur berada pada strata / tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada struktur mandor atau supervisor di perusahaan tersebut.
Arti Definisi / Pengertian Diferensiasi Sosial :
Diferensiasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara horisontal atau sejajar. Contohnya seperti pembedaan agama di mana orang yang beragama islam tingkatannya sama dengan pemeluk agama lain seperti agama konghucu, budha, hindu, katolik dan kristen protestan.

~PERBEDAAN SETATUS SOSIAL HANYA MEMBUAT PERPECAHAN~

Raja     : Letakkan Mahkota anda dan membaurlah bersama mereka, karna meraka anda bisa seperti ini. jangan angkuh dan besar kepala karna setatus sosial anda beda dengan mereka.

Thursday, October 20, 2011

KAGUM VS SAYANG

 Banyak hal yang gw dapat dari dia baru kenal dia kurang dari satu minggu tapi apa yang dia berikan ke gw banyak banget. dari sejarah kota ini, tentang lingkungan, alam, kepedulian sesama & masih banyak lagi. kagum? jelas gw kagum sama dia, dia beda. dia wanita yang patut di contoh sama wanita-wanita yang lain. khususnya wanita-wanita yang masih memakai gaya hidupnya sok LA. rasanya ingin kenal dia lebih dalam & lebih dekat berharap bisa jadi pasangan gw saat ini & kalau bisa jadi pendamping hidup gw. tapi gw sadar kita berbeda, bukan berbeda cara pemikiran tapi perbedaan status sosial kami. gw harus optimis? ya..ya..ya.. gw harus berjuang untuk meraihnya? ya..ya..ya.. itu memang perlu & gw akan berusaha. PANTANG UNTUK MUNDUR SEBELUM BERTEMPUR !